30 September 2022

ucicahayani.com – Setiap orangtua perlu mengenal, memahami, dan melakukan pola asuh di era digital ( digital parenting ), sebagaimana disampaikan Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Dr. Indria Laksmi Gamayanti , M.Si.

Menurut Indria, orangtua perlu mengawasi dan membatasi konten digital agar anak terhindar dari dampak negatif gadget .

“Kecepatan dan kemudahan mengakses informasi dan konten digital perlu adanya pengawasan dan batasan (dari orangtua) agar anak terhindar dari dampak negatif terhadap psikis dan mental melalui teknologi digital, terutama yang berkaitan dengan adiksi gadget ,” ujarnya.

Oleh karena itu, Indria menuturkan bahwa sangat penting memberikan edukasi digital parenting kepada setiap orangtua.

“Edukasi terkait pola asuh di era digital menjadi sangat penting guna terwujudnya literasi digital di berbagai kalangan usia,” katanya.

Ia menambahkan, digital parenting akan berdampak positif pada tumbuh kembang anak yang sehat, bahagia, dan mampu bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara, pada Jumat, 9 September 2022, menurut Indria, terdapat empat strategi yang perlu diperhatikan para orangtua dalam menerapkan digital parenting .

1. Pengenalan teknologi pada anak sesuai kebutuhanIndria mengatakan, setiap anak cenderung memiliki minat yang berbeda terhadap produk teknologi. Terdapat anak yang sangat suka, sekadar suka, atau tidak terlalu suka dengan alat teknologi.

“Kadar kesukaan tersebut menjadi pijakan untuk menentukan jenis konten apa yang layak kita suguhkan bagi anak-anak,” tuturnya.

Ia juga menuturkan, faktor utama yang perlu diperhatikan adalah usia anak dan kebutuhannya. Jika berbeda usia, maka berbeda pula preferensi dan kebutuhan anak terhadap akses teknologi.

2. Menyeimbangkan penggunaan gadget Orangtua sebaiknya mendampingi anak saat bermain gadget dan membatasi waktunya. Orangtua juga perlu membekali pengetahuan tentang pemanfaatan teknologi dengan bijak kepada anak.

“Sesekali mendampingi anak ketika mereka mengakses internet juga menjadi penting. Sebab lewat momen kebersamaan itu orangtua dapat memberikan pemahaman terkait pemanfaatan teknologi sekaligus membangun bonding dengan anak,” katanya.

3. Memperbanyak aktivitas interaktif Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak sering disebabkan kurangnya aktivitas interaktif. Hal ini akan mengakibatkan terganggunya pola komunikasi anak dengan lingkungan sekitar.

Indria menjelaskan, orangtua dapat membuat anak-anak lebih aktif dengan berbagai kegiatan interaktif, seperti olahraga, permainan fisik, dan puzzle. Kegiatan tersebut dapat mengurangi waktu anak-anak di depan layar.

“Orangtua juga diimbau untuk tidak menggunakan teknologi secara berlebih ketika sedang berinteraksi dengan anak,” ujar dia.

4. Menerapkan pola asuh demokratisSalah satu yang dibutuhkan dalam digital parenting adalah pola asuh yang demokratis atau otoriter.

“Pola asuh ini berupaya membantu anak agar bersikap kritis terhadap pengaruh-pengaruh negatif dari era digital sehingga anak akan menjadi lebih paham akan penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” tutur Indria.***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://ucicahayani.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ucicahayani.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”